Sabtu, 06 Februari 2016

Kerajaan Majapahit Dan Kejayaan Nusantara

Kerajaan Majapahit yang pada masa kejayaannya berpusat di wilayah Jawa tengah dan Jawa Timur dikisahkan pernah memukul mundur pasukan Mongol yang terkenal sebagai penakluk. Kerajaan Mongol dikenal di berbagai peradaban kuno dan kisahnya bisa ditemukan di banyak sumber sejarah, kekuasaan kerajaan Mongol membentang sangat luas, hal tersebut tidak lain karena pasukan Mongol melakukan penyerangan ke berbagai kerajaan untuk ditaklukan dan dijadikan jajahan, bahkan kerajaan Mongol sendiri diceritakan pernah menaklukan kerajaan-kerajaan di timur tengah. Untuk itulah kerajaan Mongol dikenal sebagi penakluk, namun saat pasukan Mongol melakukan ekspedisi ke wilayah Nusantara, kerajaan Majapahit berhasil memukul mundur pasukan Mongol hingga mereka kembali ke tempat asalnya.



Kerajaan Majapahit dan sejarah kejayaan Nusantara memang sangat erat kaitannya, dengan dipukul mundurnya pasukan Mongol yang saat itu berada dibawah pimpinan Kublai Khan dari dinasti Yuan Cina, menjadikan kerajaan Majapahit sebagai salahsatu kerajaan yang dapat menghadang pasukan Mongol yang dikenal karena kekuatannya. Hal tersebut dianggap sebuah kemenangan yang luar biasa, karena pasukan kerajaan Majapahit dapat memukul mundur pasukan Mongol, dengan begitu kerajaan Majapahit semakin percaya diri dengan kekuatan pasukan tempurnya dan mulai menaklukan kerajaan-kerajaan lain di wilayah kepulauan Melayu atau Nusantara.

Terdapat dua versi cerita tentang kedatangan pasukan Mongol ke wilayah kerajaan Majapahit, cerita pertama dimulai sekitar akhir abad ke-13, disaat kerajaan Majapahit mulai berdiri di wilayah kekuasaan kerajaan Singosari yang saat itu dipimpin oleh Jayakatwang, pemimpin kerajaan Majapahit yang pertama yaitu Raden Wijaya meminta perotolongan ke dinasti Yuan untuk menghadapi Jayakatwang, Raden Wijaya sendiri menjanjikan akan memberikan hadiah untuk Kublai Khan, yaitu kesempatan untuk memilih perempuan tercantik di kerajaan Singosari untuk dijadikan permaisuri dan dibawa ke dinasti Yuan.

Cerita ke-dua yang bersumber dari Cina mengatakan, jika pengiriman pasukan Mongol ke laut Jawa adalah untuk menghukum kerajaan Singosari karena tidak membayar upeti ke dinasti Yuan, untuk itulah Kublai Khan mengirim 1000 kapal ke laut Jawa untuk menghukum kerajaan Singosari dan mempertahankan kebesaran dinastinya. Tidak diketahui secara pasti cerita mana yang benar, namun yang jelas saat itu diceritakan jika pasukan perang dibawah Raden Wijaya sanggup memukul mundur pasukan Mongol.

Seiring berjalannya waktu, kerajaan Majapahit semakin berkuasa dan percaya diri serta mulai mencoba untuk menaklukan kerajaan-kerajaan disekitarnya, kejayaan kerajaan Majapahit sendiri terjadi pada saat berada dibawah kepemimpinan Hayam Wuruk, yang merupakan pemimpin ke-4 kerajaan Majapahit dengan patihnya yang bernama Gajah Mada yang terkenal dengan sumpah Palapa.


Kepala patung yang dianggap merepresentasikan Gajah Mada

Pada masa kejayaannya tersebut, kerajaan Majapahit mengklaim berhasil menaklukan pulau Jawa, Sumatra dan Bali. Kejayaan kerajaan Majapahit sendiri tidak berhenti sampai disitu, bahkan setelah Gajah Mada meninggal sekitar tahun 1364, kerajaan Majapahit terus melakukan ekspansi wilayah dengan menaklukan kerajaan-kerajaan lainnya, hingga ke semenanjung melayu. Bahkan diceritakan jika kerajaan Majapahit telah berhasil menguasai seluruh kepulauan Melayu atau Nusantara.


Klaim wilayah penaklukan kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit tidak berumur panjang, setelah masa kejayaanya dihabiskan dengan menyerang dan menaklukan kerajaan-kerajaan di wilayah kepulauan Melayu dan dengan meninggalnya Hayam Wuruk, kerajaan Majapahit mulai melemah dan keruntuhannya diduga kuat terjadi pada tahun 1478. Namun meskipun hanya seumuran jagung, namun kehadiran kerajaan Majapahit diyakini sebagai puncak kejayaan Nusantara.

Kisah kejayaan dari kerajaan Majapahit tersebut pertamakali ditemukan pada sebuah buku yang ditulis oleh M. Yamin, namun sayangnya banyak yang meragukan dan skeptis terhadap kisah kejayaan kerajaan Majapahit tersebut, hal tersebut tidak lain disebabkan karena tidak terdapatnya bukti-bukti sejarah yang menguatkan cerita-cerita penaklukan tersebut. Selain itu, di sisi kerajaan-kerajaan yang diklaim telah ditaklukan oleh kerajaan Majapahit juga memiliki cerita versinya sendiri yang tentunya bertolak belakang dengan versi dari kerajaan Majapahit.

Mungkin saja kisah penaklukan yang dilakukan oleh kerajaan Majapahit tersebut benar adanya, namun tidak seluas wilayah seperti yang diceritakan pada buku M. Yamin. Bahkan kerajaan Pasundan yang memang bertetangga dengan kerajaan Majapahit tidak bisa ditaklukan, hal tersebut terekam dengan jelas pada catatan sejarah yang sudah banyak diketahui oleh umum, yaitu cerita tentang perang Bubat. Dimana rombongan kerajaan Pasundan yang membawa putri yang sangat cantik dijebak oleh Gajah Mada dan pihak kerajaan Majapahit menganggap hal tersebut sebagai tanda takluk kerajaan Pasundan kepada kerajaan Majapahit.

Saat itu rombongan kerajaan Pasundan yang membawa sedikit pasukan harus terbunuh dalam pertempuran yang tidak seimbang dalam hal jumlah pasukan dengan kerajaan Majapahit. Pertempuran tersebut terpaksa dilakukan demi mempertahankan kehormatan kerajaan Pasundan, bahkan putri cantik yang bernama Diah Pitaloka yang berada dalam rombongan tersebut lebih memilih bunuh diri dari pada dianggap sebagai tanda takluknya kerajaan Pasundan kepada kerajaan Majapahit.

Terdapat juga cerita lainnya dari berbagai kerajaan di kepulauan Melayu atau Nusantara yang menjadikan kisah kejayaan kerajaan Majapahit tersebut diragukan oleh banyak pihak. Namun diluar banyaknya keraguan terhadap kisah kejayaan kerajaan Majapahit, saat ini banyak dari wilayah yang diklaim berhasil ditaklukan oleh kerajaan Majapahit pada masa lalu telah bersatu dalam sebuah bingkai negara demokrasi yang bernama Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar