Sabtu, 06 Februari 2016

Ternyata Tengkorak Paracas Peru Bukan Milik Manusia

Amerika Selatan menjadi wilayah yang banyak menyisakan berbagai macam sisa-sisa peradaban masa lalu, mulai dari bangunan monumental, artefak, budaya hingga tulang belulang dari manusia yang hidup pada masa lalu di wilayah tersebut. Salahsatu negara di Amerika Selatan yang memiliki kekayaan bukti sejarah peradaban masa lalu adalah negara Peru, berbagai macam bangunan monumental serta artefak ditemukan di wilayah negara Peru, dan salahsatu temuan yang paling menarik di negara peru berkaitan dengan kehidupan peradaban masa lalu adalah keberadaan tengkorak Paracas.

Tengkorak Paracas memiliki keunikan tersendiri dibanding temuan tengkorak-tengkorak lainnya, yaitu dari bentuknya yang lonjong. Tengkorak Paracas pertamakali ditemukan pada sebuah komplek pekuburan di gurun Paracas, Peru pada penggalian arkeologi tahun 1928. Untuk lebih jelasnya mengenai tengkorak Paracas anda bisa membaca kembali artikel yang telah kami publikasi sebelumnya.


Ilustrasi mahluk pemilik tengkorak Paracas

Bentuk tengkorak Paracas yang lonjong menjadikan temuan tersebut sebuah kontroversi, pasalnya bentuk kepala yang lonjong seringkali direpresentasikan pada ilustrasi mahluk asing atau Alien, namun apakah benar mereka mahluk asing atau Alien? Analisa tes DNA yang dilakukan baru-baru ini terhadap tengkorak-tengkorak Paracas menyatakan jika tengkorak paracas bukanlah milik manusia, lalu siapakah mereka?

Manusia dengan bentuk kepala yang lonjong memang hadir di beberapa budaya di dunia, namun hal tersebut bukan terbentuk secara alamiah dari lahir melainkan melalui proses tertentu, yaitu dengan cara merubah arah perkembangan tengkorak dengan mengikat kepala untuk waktu yang relatif cukup lama sampai akhirnya terbentuk tengkorak yang lonjong. Jika bentuk tengkorak lonjong menjadi tidak misterius dengan fakta-fakta tersebut yang memberikan kemungkinan kuat jika tengkorak Paracas adalah miliki manusia, namun hasil tes DNA yang dilakukan menyatakan lain.

Proses melonjongkan tengkorak kepala manusia membutuhkan proses yang lama dengan cara-cara yang hampir sama di seluruh dunia, namun proses pelonjongan tengkorak kepala tersebut hanya berdampak pada bentuk saja dan tidak akan dapat merubah ukuran, berat dan volume tengkorak, dimana hal tersebut adalah karkater umum tengkorak manusia modern. Yang menjadikan menarik dari analisa tersebut adalah bahwa tengkorak Paracas memiliki volume lebih besar 25% serta 60% lebih berat dari tengkorak manusia pada umumnya.



Fakta-fakta tersebut membingungkan banyak ilmuwan dalam mengklasifikasikan pemilik dari tengkorak lonjong tersebut, selain itu tes DNA yang dilakukan terhadap rambut, kulit gigi dan bagian-bagian lainnya dari tengkorak Paracas memberikan pernyataan yang tidak jauh berbeda, hal tersebut semakin menambah misteriusnya kepemilikan mahluk dari tengkorak Paracas tersebut.

Menurut laporan hasil tes DNA, mahluk yang merupakan pemilik dari tengkorak Paracas telah mengalami sebuah mutasi yang tidak dikenali ke manusia, primata atau hewan apapun di planet bumi. Dengan temuan tersebut bisa disimpulkan jika tengkorak Paracas merupakan milik dari mahluk mirip manusia dan sangat berbeda dengan Homo Sapiens, Neanderthals atau Denisovans.

Fakta-fakta yang didapatkan dari analisa yang dilakukan terhadap tengkorak Paracas semakin menambah kemisteriusan pemiliki dari tengkorak berbentuk lonjong tersebut, apakah mereka benar-benar mahluk jenis baru yang berkembang di planet bumi ataukah mereka mahluk yang datang dari luar tata surya dan hidup di planet bumi pada masa lalu?

http://www.planetnamex.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar