Selasa, 10 Mei 2016

INILAH 4 NEGERI Untuk Berlindung Di AKHIR ZAMAN; Rekomendasi RASULULLAH SAW



Akhir zaman merupakan masa yang mendekati terjadinya hari Kiamat. Dimana Imam Mahdi dan Dajjal tengah berperang dimasa akhir zaman ini. Kabar tentang terjadinya hari Kiamat sudah tertulis dalam Al-Qur'an dan Hadits.

Bila diperhatikan, tanda-tanda yang dijelaskan tersebut sudah mulai terlihat di zaman ini.

Bahkan, bisa disimpulkan bahwa saat ini kita sedang berada di masa penantian kemunculan tanda-tanda Akhir Zaman dan Kiamat Besar/Kubra. Jelang terjadinya Kiamat Kubra, maka akan terjadi petaka dan huru hara yang akan melanda manusia diseluruh dunia, khususnya umat Islam.

Dajjal laknatullah akan menebar fitnahnya ke berbagai penjuru bumi sejak kemunculannya. Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam pun menganjurkan 4 Negeri ini untuk ditinggali. Pasalnya, Negeri ini begitu diberkahi oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Berikut Negeri yang direkomendasikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk dihuni pada Akhir Zaman.

1. Mekkah dan (2) Madinah

Mekkah menjadi salah satu Negeri yang direkomendasikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk ditinggali. Pasalnya, kota suci Umat Islam ini akan terbebas dari fitnah Dajjal yang penuh tipu muslihat.

Berdasarkan Hadist, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda bahwa 2 Negeri ini akan dijaga oleh para Malaikat dari kedatangan Dajjal. Dan Dajjal sendiri pun menyatakan demikian.

“Tiada suatu Negeri pun melainkan akan diinjak oleh Dajjal, kecuali hanya Mekkah dan Madinah yang tidak. Tiada suatu lorong pun dari lorong-lorong Mekkah dan Madinah itu, melainkan di situ ada para Malaikat yang berbaris rapat untuk melindunginya. Kemudian Dajjal itu turun lah di suatu tanah yang berpasir (di luar Madinah) lalu kota Madinah bergoncanglah sebanyak tiga goncangan dan dari goncangan-goncangan itu Allah akan mengeluarkan setiap orang kafir dan munafik (dari Makkah – Madinah).” [HR. Muslim]

“Aku adalah al-Masih (ad-Dajjal), hampir datang waktunya aku diizinkan keluar, lalu aku akan berjalan mengelilingi bumi, tidak satu kampung pun yang tidak kusinggahi dalam waktu empat puluh malam kecuali Mekkah dan Taibah (Madinah) karena keduanya diharamkan atasku.”

“Setiap kali aku berusaha untuk memasuki salah satu dari keduanya, aku akan dihadang oleh Malaikat dengan pedang terhunus untuk mengusirku menjauhi kedua kota itu. Setiap celah kota itu akan dijaga oleh para Malaikat.”

3. Yaman

Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga melebihkan Negeri Yaman dibanding Negeri-negeri lainnya setelah Mekkah dan Madinah.

Negeri Yaman ini mendapat julukan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan sebutan baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafur (Negeri yang aman, dan senantiasa mendapat ampunan Rabb-nya).

Selain itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga merekomendasikan Negeri ini untuk dihuni di Akhir Zaman. Pada akhir zaman nanti, umat Islam pada akhirnya akan menjadi pasukan perang. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Abdullah bin Hawalah radhiallahu ‘anhu mengatakan,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang, satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman, dan satu pasukan lagi di Iraq. Hendaklah kalian memilih Syam. Karena ia adalah Negeri pilihan Allah. Allah kumpulkan di sana hamba-hamba pilihan-Nya. Jika tak bisa, hendaklah kalian memilih Yaman dan berilah minum (hewan kalian) dari kolam-kolam (di lembahnya). Karena Allah menjamin untukku Negeri Syam serta penduduknya.” [HR. Abu Dawud, Imam Ahmad, Al-Hakim, dan Ibnu Hibban; di-shahih-kan oleh Al-Hakim dan Al-Albani]

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Penduduk Yaman telah datang kepada kalian, mereka adalah orang-orang yang paling luluh hati, dan paling lembut hati, keimanan ada di Yaman dan hikmah ada di Yaman.” [HR. Bukhari – Muslim]

Dari Tsauban radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

“Sesungguhnya kelak aku akan berada di samping telagaku. Kemudian Aku akan menghalangi orang-orang yang akan meminum dari telagaku, agar penduduk Yaman dapat meminumnya terlebih dahulu. Aku memukul dengan tongkatku, sehingga air telaga tersebut mengalir untuk mereka.” [HR. Muslim]

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu beliau menyebutkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdoa : “Ya Allah berkatilah kami pada Syam dan pada Yaman.” [HR. Bukhari]

Lantas adakah do'a yang lebih mustajab dibanding Do'a Rasûlullâh..?! Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan pernah memuji kota ini, "Sesungguhnya aku benar-benar mencium harumnya karunia Tuhan yang Maha Pemurah dari Yaman. Berapa banyak mata air kemurahan dan hikmah yang terpancar dari sana."

Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga telah berfirman dalam QS. Al-Maidah (5) : 54;

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَسَوْفَ يَأْتِى ٱللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُۥٓ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ يُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَآئِمٍ ذَٰلِكَ فَضْلُ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

"Wahai orang-orang yang beriman! Barangsiapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui."
[QS. Al-Maidah (5) : 54]

Pendapat dari ahli tafsir sebagian menyatakan bahwa kaum yang disebutkan di atas adalah kaum Anshor. Namun, pendapat yang lebih kuat mengenai identitas kaum yang disinggung dalam ayat di atas; sebagaimana dijelaskan oleh Imam al Qurtubi dalam tafsirnya, adalah penduduk Negeri Yaman; kaumnya Sahabat Abu Musa al Asy-‘asy’ari radhiallahu ‘anhu.

“Turunnya ayat ini; terang Imam Al Qurtubi, berkenaan dengan kabilah yang bernama al Asy-‘ari. Dalam riwayat disebutkan; setelah ayat ini turun, beberapa rombongan kapal dari kabilah al Asy-‘ari dan kabilah-kabilah lainnya dari Negeri Yaman, datang melalui jalur laut. Mereka adalah kaum Muslimin yang tertindas di Negerinya pada masa Rasulullahshallallahu’alaihi wa sallam masih hidup. Merekalah yang berjasa dalam penaklukan Negeri Irak (melalui perang Al-Qodisiyyah) pada masa kekhilafahan Umar radhiallahu ‘anhu.”

4. Syam

Negeri Syam juga menjadi salah satu Negeri yang disebut-sebut Rasûlullâh dan mendapat keberkahan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Negeri ini senantiasa dijaga Malaikat sehingga baik bila dihuni pada akhir zaman nanti.

“Beruntunglah Negeri Syam; lalu Sahabat bertanya : “Mengapa ya Rasul..?” Rasûlullâh menjawab : “Malaikat Rahmat membentangkan sayapnya di atas Negeri Syam.” [HR. Imam Ahmad]

Dijelaskan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa Syam merupakan pusat Negeri Islam di masa Akhir Zaman nanti.

Nantinya disinilah akan menjadi tempat huru-hara dan peperangan dahsyat.

“Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang: satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman, dan satu pasukan lagi di Irak. Ibnu Hawalah bertanya : “Wahai Rasûlullâh, pilihkan untukku jika aku mengalaminya.” Rasûlullâh berkata : “Hendaklah kalian memilih Syam, karena ia adalah Negeri pilihan Allah, yang Allah kumpulkan di sana hamba-hamba pilihan-Nya, jika tak bisa hendaklah kalian memilih Yaman dan berilah minum (hewan kalian) dari kolam-kolam (di lembahnya), karena Allah menjamin untukku Negeri Syam dan penduduknya.”[HR. Imam Ahmad]

“Al-Masih ad-Dajjal akan datang dari arah Timur, ia menuju Madinah, hingga berada di balik Uhud, ia disambut oleh Malaikat, maka Malaikat membelokkan arahnya ke Syam, di sana ia akan dibinasakan.” [HR. Imam Ahmad]

Saat ini Negeri Syam merujuk ke sejumlah tempat di Timur Tengah seperti Lebanon, Palestina Dan Suriah. Terimakasih sudah membaca artikel ini. Ilmu pengetahuan sempurna datangnya dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Semoga bermanfaat. Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza.

Sumber: infoberkah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar