Minggu, 25 Desember 2016

Serangan China ke Indonesia, Mulai dari Tenaga Kerja hingga Cabai Berbakteri

JAKARTA - Negeri Tirai Bambu alias China (Tiongkok) tengah menjadi perbincangan hangat di Tanah Air. Pasalnya, China membawa banyak tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia dan juga cabai impor berbakteri.

Berdasarkan data sejak April hingga November 2016 terdapat 76 orang TKA yang bekerja di Jatim dan 32 orang di antaranya memiliki izin berlaku, yaitu izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA). Saat ini, ada 76 orang TKA asal China bekerja untuk sebuah proyek di pabrik urea dan amoniak milik salah satu perusahaan BUMN di Gresik.

Tidak hanya itu, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) juga mencatat, dalam dua tahun terakhir, 22% porsi tenaga kerja asing di Indonesia dikuasai oleh China. Namun, jumlah ini diyakini tidak akan berpengaruh terhadap persaingan dengan tenaga kerja di Indonesia.

Di balik banyaknya tenaga kerja asing yang berasal dari China, negara ini juga menjadi sorotan lantaran adanya cabai berbakteri yang berasal dari China.

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura mengambil kebijakan untuk memperketat peredaran benih hortikultura menyusul pemusnahan benih cabai ilegal asal China oleh Badan Karantina Pertanian, Kamis 8 Desember 2016.

Dirjen Hortikultura Kementan Spudnik Sujono K di Jakarta mengatakan, kebijakan tersebut diambil untuk mengantisipasi kemungkinan tersebarnya benih tersebut ke wilayah lain di luar tempat ditemukannya penanaman benih cabai tersebut yakni Desa Sukatani, Kecamatan Sukamakmur, Bogor.

Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Holtikulturan Yanuardi memastikan, tidak ada penyebaran benih cabai yang ditanam warga negara China karena sudah dimusnahkan semuanya. Pernyataan tersebut menegaskan kejadian tertangkapnya empat warga negara China oleh Direktorat Jenderal Imigrasi setelah kedapatan melakukan penanaman komoditas cabai menggunakan benih berbakteri jenis erwinia chrysanthemi.

Yanuardi menambahkan, pemusnahan tersebut dilakukan dengan cara dibakar. Saat ini lokasi atau areal penanaman seluas empat hektar (ha) di Kampung Gunung Leutik, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, masih dalam tahap pemeriksaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar